2 Potong Roti

Rasulullah SAW bercerita:

Pada suatu hari di kalangan Bani Israil, ada seorang ahli ibadah. Ia menghabiskan waktu enam puluh tahun untuk terus-menerus menyembah Allah SWT di kuilnya.

Ibadah yang begitu khusyuk membuat Allah SWT ridha kepadanya. Hujan pun turun terus-meneurs di kuil dan sekitarnya. Pepohonan tumbuh menghijau, lebat, dan indah. Padahal, di sekitarnya, cuma ada tanah gersang.

Suatu hari, rahib yang rajin beribadah ini keluar kuil, dilihatnya pepohonan, langit, dan gunung-gunung di kejauhan.

“Seandainya aku turun dan melihat-lihat kebesaran Allah SWT lewat ciptaan-Nya, keimananku pasti akan bertambah,”

Demikian bisiknya sambil tersenyum.


Setelah itu, ia keluar kuil dan berjalan sambil sedikit membawa bekal. Di sepanjang jalan, ia tak henti bergumam:

“Alangkah indahnya ciptaan Allah SWT. Alangkah agungnya Sang Pencipta.”

Tiba-tiba, seorang wanita datang menemuinya dan mengajak sang rahib istirahat di tempat teduh. Wanita itu bergitu cantik sehingga sang rahib pun memuji Allah SWT:

“Alangkah indahnya ciptaan Allah SWT. Ternyata, dari semua makhluk yang Allah SWT ciptakan, tak ada yang lebih indah dan sempurna dari manusia.”


  • Namun, karena mereka hanya berdua saja, Setan datang dan menggoda dengan lebih leluasa. Rahib dan wanita yang menemuinya itu begitu asyik mengobrol sampai lupa waktu. Setan berhasil membuat rahib dan wanita itu melupakan Allah SWT.
  • Maka, Setan tertawa terbahak-bahak setelah berhasil membuat mereka melakukan perbuatan yang tidak baik. Dengan perasaan amat bersalah, sang rahib pergi dan turun ke sebuah kolam untuk mandi. Saat itu, datang seorang pengemis. Karena tak mempunyai sesuatu yang lebih baik, sang rahib memberikan bekalnya berupa dua potong roti.
  • Setelah itu, sang rahib meninggal penuh penyesalan. Di akhirat, amal ibadanya selama enam puluh tahun lebih ringan dari dosa yang dibuatnya dengan wanita itu. Namun, ketika pahala dua potong roti ditambahkan, amal kebaikannya jadi lebih berat dan Allah SWT pun mengampuninya.

Pesan Moral:

Dosa besar harus dijauhi karena bisa memperberat timbangan dosa kita pada Hari Pengadilan nanti. Hanya amal baiklah yang bisa menyeimbangkannya.

Cuma Gara-Gara Memaafkan

Adik-adik tersayang, Anas r.a. mengisahkan…

Ketika Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama kami, tiba-tiba kami melihat beliau tertawa hingga tampak gigi serinya. Melihat hal itu, Umar bin Khattab r.a bertanya, ‘Apa yang membuat engkau tertawa, ya Rasulullah?’

Rasulullah SAW menjawab, ‘Ada dua orang dari umatku berlutut di hadapan Rabbul Izzati. Salah seorang dari mereka berkata,
‘Ya Allah, ambillah pahala saudaraku ini untukku karena saat di dunia, ia telah berbuat aniaya kepadaku.’

        Allah berfirman,
(“) Bagaimana bisa kau lakukan itu terhadap saudaramu, padahal ia tidak memiliki kebaikan sedikit pun. (“)

Orang itu kembali berkata,
‘Sesungguhnya, hari ini adalah hari yang sangat agung. Setiap manusia membutuhkan pertolongan untuk dibebaskan dari dosa-dosanya.’

Maka, Allah SWT berfirman kepada orang yang meminta itu, ‘Angkatlah pandanganmu dan lihatlah!’

Orang itu mengangkat pandangannya dan berkata,

‘Ya Rabbi, hamba melihat kota-kota dari emas dan istana-istana juga dari emas bermahkota mutiara. Untuk nabi siapa ini? Atau untuk temanku yang mana ini? Atau untuk syuhada mana ini?”

Allah menjawab, ‘Untuk orang yang telah membayar.’

Orang itu lalu bertanya lagi, ‘Ya Rabbi, siapakah yang memiliki semua itu?’

Allah menjawab, ‘Engkau yang memilikinya.’

Orang itu masih bertanya, ‘Dengan apa?’

          Allah menjawab, ‘Dengan pemberian maafmu kepada saudaramu.’

Orang itu berkata,      ‘Ya Rabbi, sungguh hamba telah memaafkan dirinya.’

Allah SWT berfirman, ‘Peganglah tangan saudaramu dan masuklah bersamanya ke surga!’

Setelah selesai bercerita, Rasulullah SAW bersabda, ‘Takutlah kalian kepada Allah dan damaikanlah perselisihan di antara kalian karena sesungguhnya Allah SWT mendamaikan orang-orang Muslim.”

*PESAN MORAL*

Berkat Maha Adil nya ALLAH SWT:
Setiap amalan, Baik atau Buruk, Kecil apalagi Besar, pasti dibalas…
Kebaikan yang yang berat, penuh jerih payah, pahala yang dipetik juga berat.
Kebaikan yang kecil bahkan baru niat saja, sudah dapat pahala.

Tapi…

Berkat Maha Murah nya ALLAH SWT:
Kejahatan, kalau baru niat, belum dituliskan sebagai dosa…

Memaafkan itu perbuatan hati, tidak kasat mata, namun berat, sulit,,,,
Siapa bilang memaafkan itu mudah?

Misal kita dihina, ditipu, dipukul, dimarahi, dibentak, difitnah, mana ada yang enak? Apalagi sebenarnya bukan salah kita, ingin nya Kita serang balik tuh orang!

Tapi ternyata, dibalik memaafkan yang MASYA ALLAH beratnya, ganjarannya pun MASYA ALLAH ‘berat’ juga… hihihi

So, masih enggankah Kita memaafkan orang lain? apalagi jika orang itu tidak sengaja….
Mari kita fokus pada “Gara-Gara Memaafkan”, Hap hap hap! Yuk Maafkan segala khilaf dan alpha B-)

(*Jangan tunggu sampai Lebaran yaaa, nanti pahala memaafkan nya nunggu juga… hihihi) ALLAHUAKBAR!

 

#Mau suasana malam yang gak biasa? klik disini

Yang Melebihi Ibadah

Adik-Adik tersayang, Rasulullah SAW pernah menceritakan kepada para sahabatnya sebuah kisah yang disampaikan Jibril A.S kepada beliau. Ini dia Kisahnya…


Ada seorang hamba yang telah menyembah ALLAH SWT selama lima ratus tahun. Orang itu tinggal di sebuah bukit yang panjang dan lebarnya tiga puluh kali tiga puluh hasta. Bukit itu dikelilingi lautan luas dari segala penjuru. Bukit itu memiliki satu mata air sebesar ibu jari yang memancarkan air bening.


Rumah orang itu ada di kaki bukit. Setiap malam, sebutir delima jatuh dari pohon untuk memberinya makan pada keesokan harinya. Seluruh hari sepi yang dilaluinya dihabiskan untuk beribadah. jika sore menjelang, ia turun dari atas bukit dan berwudhu. Diambilnya buah delima itu dan dimakanya.

Kemudian, ia kembali dan melakukan shalat. Begitu terus selama beratus-ratus tahun...

Sebelum meninggal, ia memohon kepada ALLAH SWT, “Ya ALLAH, jangan cabut nyawaku dalam keadaan berbaring, duduk, berdiri, atau berjalan. Cabutlah ketika aku sedang bersuju dalam-dalam. Itulah saat yang paling kuinginkan dalam menjemput kematianku. Setelah itu, ya ALLAH, aku mohon kepada-Mu agar jangan kiranya tubuhku rusak dimakan tanah atau dimakan cuaca, atau dihabiskan serangga. Aku ingin tubuhku utuh dalam keadaan bersujud menyembah-Mu sampai tibanya Hari Kebangkitan kelak. Aku ingin tubuhku menjadi saksi begitu lama dan tekunnya aku menyembah-Mu.”


Maka, ALLAH SWT pun mengabulkan permohonan hamba yang shalih itu.

Ia diwafatkan dalam keadaan bersujud dan tubuhnya tidak rusak dimakan waktu. Malaikat Jibril A.S. menambahkan bahwa setiap kali turun ke bumi dan naik ke langit, ia selalu melewati jenazah hamba shalih yang sedang bersujud itu.


Kelak, akan tiba Hari Kiamat. Dari ilmu ALLAH SWT yang diberikan kepada Jibril, kita tahu apa yang terjadi pada hamba yang begitu shalih tadi pada Hari Kiamat.


Pada Hari Kiamat, hamba shalih yang telah beribadah selama lima ratus tahun itu dibangkitkan dalam keadaan bersujud dan didudukkan di hadapan ALLAH SWT.

ALLAH SWT berfirman, “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga berkat rahmat-Ku”
Si Hamba terkejut dan berkata, “Tetapi, ya Rabbi, masukkanlah aku ke dalam surga berkat amal ibadahku.”
ALLAH berfirman, “Masukkan hamba-Ku ini ke dalam surga berkat rahmat-Ku”


Tetapi si Hamba bersikeras. Ia merasa amalnya telah begitu banyak sehingga pantaslah kiranya ia dimasukkan ke dalam surga bukan hanya karena kasih sayang ALLAH SWT, tetapi juga karena amalnya itu. Maka, ia berkata lagi, "Ya Rabbi, tetapi masukkanlah aku ke dalam surga berkat amal ibadahku."

Maka, ALLAH SWT berfirman, “Timbanglah pada hamba-Ku ini antara nikmat penglihatan yang telah Kuberikan dengan amal perbuatanya.”

Penimbangan dilakukan dan didapati bahwa nikmat penglihatan jauh lebih berat dibandingkan amal ibadah selama lima ratus tahun itu. Belum lagi nimat-nikmat yang lain. ALLAH SWT memerintahkan agar hamba tadi dihadapkan kembali kepada-Nya.


Maka, orang itu didudukkan kembali di hadapan ALLAH SWT. ALLAH pun bertanya, “Wahai hamba-Ku, siapakah yang telah menciptakan kamu dari tidak ada?”

“Engkau, wahai Tuhanku.”
“Siapa yang telah memberimu kekuatan untuk beribadah selama lima ratus tahun?”
“Engkau, wahai Tuhanku.”
“Siapa Dzat yang telah menempatkanmu di sebuah bukit yang terletak di tengah-tengah deburan ombak samudra, mengeluarkan air tawar dan air asin, mengeluarkan buah delima setiap malamnya, padahal delima hanya berbuah sekali dalam setahun, dan engkau telah meminta-Nya agar mencabut nyawamu saat sedang bersujud dan dia mengabulkan permintaanmu itu?”
“Engkau, wahai Tuhanku.”

Maka ALLAH SWT berfirman, "Semua itu berkat rahmat-Ku dan dengan rahmat-Ku pula engkau masuk surga.
Masukkanlah hamba-Ku ini ke surga! Sebaik-baik hamba adalah engkau, wahai hamba-Ku."

 

#Gantungan Kunci Hologram 3Dimensi SPESIAL untuk Buah Hati dan Ayah&Bunda > klik disini

 

*Pesan Moral

Tempat kediaman manusia kelak di akhirat memang ditentukan dari amal selama di dunia, siapa yang amalnya baik akan masuk surga, amal buruk masuk neraka.

Kita bisa saja meng-klaim semua amal perbuatan baik kita adalah hasil jerih payah kita…

Tapi bagaimana dengan udara tuk bernafas, mata tuk melihat, kaki tuk melangkah, serta tangan tuk bekerja yang tanpa semua itu amal perbuatan kita takkan terwujud?

Pantaskah kita meng-claim semua fasilitas itu bukanlah rahmat dari ALLAH SWT?

 


 

Curhatan Penyelamat

Tahukah Adik-adikku yang disayangi ALLAH, bahwa amal shalih yang pernah kita lakukan bisa kita sertakan dalam berdoa memohon pertolongan dari ALLAH SWT? Bisa atau tidak hayooo? Kasih tau gak yaaa? Mau tau jawabannya? Yuks simak kisah yang diceritakan langsung oleh Rasulullah SAW, cekidot!

Ada tiga sahabat berjalan bersama-sama melalui jalan panjang yang harus ditempuh selama berhari-hari.

Suatu ketika, di dalam perjalanan itu, mereka bermalam di sebuah gua. Namun, atas izin ALLAH juga, sebuah batu yang sangat besar jatuh menutupi pintu gua.

Dengan panik, ketiganya mendorong sekuat tenaga, namun sedikit pun batunya tidak bergerak. Mereka terancam terkurung sampai mati kelaparan. Maka, salah seorang berkata, “Kita tidak akan selamat dari sini kecuali memohon pertolongan ALLAH dengan amal shalih yang telah kita lakukan.”

Maka, mulailah salah seorang berdoa, “Ya ALLAH, dulu hamba mempunyai bapak dan ibu yang sudah tua renta. Hamba sangat sayang dan menghormati mereka sehingga senantiasa keduanya hamba dahulukan dibandingkan keluarga dan anak-anak hamba sendiri.

Setiap hari, hamba memberi keduanya susu sebelum memberi minum keluarga dan anak-anak hamba. Pada suatu hari karena pekerjaan hamba mencari kayu, hamba pergi terlampau jauh sehingga tidak bisa pulang cepat secepat biasanya. Ayah dan ibu hamba itu sampai tertidur menunggu kedatangan hamba.

Sampai di rumah, hamba langsung memerah susu untuk mereka, tetapi keduanya masih tertidur pulas. Rasa sayang di hati hamba membuat segan membangunkan mereka, namun hamba juga tidak mau melanggar kebiasaan hamba dengan memberi susu lebih dahulu kepada keluarga dan anak-anak hamba. Maka, hamba memutuskan untuk tetap menunggu kedua orangtua hamba itu terbangun.

“Dengan penuh kasih, hamba tatapi wajah mereka yang tengah tidur pulas dengan tetap memegang kendi berisi susu hingga fajar mulai menerangi cakrawala. Saat itu, anak – anak hamba yang belum makan dari kemarin, merintih kelaparan. Mereka merajuk di kaki hamba, meminta susu yang sudah menjadi jatah mereka setiap hari.

Namun, hamba tetap bergeming sampai akhirnya kedua orangtua hamba bangun dan mereka bisa minum susu yang telah hamba sediakan. Ya ALLAH, jika menurut-Mu hamba melakukan hal itu demi mengharap keridhaan-Mu, maka lepaskanlah kami dari musibah ini.”

Tiba-tiba, batu penyumbat gua bergeser, tapi belum cukup untuk bisa keluar.

Kemudian orang kedua berdoa, “Ya ALLAH, dulu hamba mempunyai saudara sepupu wanita yang cantik. Tak ada orang yang lebih hamba cintai dari dia. Hamba terus membujuknya supaya ia juga menyayangi hamba, tetapi dia menolak.

Hingga datanglah musim kemarau panjang yang susah. Saudara sepupuku itu datang menemui hamba untuk meminta bantuan.

Hamba katakan kepadanya ‘Aku akan memberimu cincin emas seharga seratus dua puluh dinar jika engkau mau mencintaiku.’

“Ia tampak ragu, lalu akhirnya mengangguk walaupun aku tahu itu dilakukanya dengan sangat berat hati. Namun, ketika aku akan menyentuh tanganya, ia berkata, ‘Takutlah kepada ALLAH, wahai sepupuku. Janganlah engkau gunakan cincin ini kecuali sesuai dengan haknya.’

“Mendengar ia berkata begitu, aku terdiam dan kepalaku dipenuhi rasa takut berbuat zhalim. Tanpa berkata-kata, kutinggalkan dia. Sampai kini, hamba tetap mencintainya, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Namun, sejak itu hamba tidak lagi berusaha membujuknya untuk mencintai hamba dan hamba relakan cincin emas milik hamba itu untuknya. Ya ALLAH jika hamba melakukanya karena mengharap ridha-Mu, maka lepaskanlah kami dari musibah ini.”

Seketika, batu itu bergeser lagi, tetapi masih belum cukup untuk bisa keluar.

Maka, orang ketigalah yang kini berdoa.

“Ya ALLAH, hamba dulu sering menyewa pekerja dan senantiasa memberikan mereka upah yang baik, kecuali seorang dari mereka tiba-tiba pergi begitu saja dan hamba tidak tahu ke mana perginya. Hamba memutuskan menggunakan upah yang belum diambilnya untuk membeli ternak yang terus berbiak menjadi banyak.

Suatu ketika, si pekerja kembali lagi dan berkata padaku, ‘Wahai hamba ALLAH, berikan kepadaku upah kerjaku.’ Hamba menunjukkan semua ternak itu dan berkata kepadanya, ‘Semua unta, sapi, kambing, dan para pekerjanya ini adalah upah kerjamu.’

Orang itu berkata heran, ‘Wahai hamba ALLAH, janganlah bergurau kepadaku.’ Hamba menjawab, ‘aku tidak bergurau.’ Maka orang itu mengambil semuanya tanpa menyisakan sedikitpun. Ya ALLAH, jika hamba melakukan semua itu karena mengharap ridha-Mu, lepakasnlah kami dari musibah ini.”

Maka, batu yang menyumbat gua pun terbuka dan mereka keluar dengan selamat.

TAMAT

*Pesan Moral:

Bersegeralah berbuat kebaikan tanpa ragu, karena sekecil apapun kebaikan itu bisa jadi penyelamat bagi kita di kemudian hari.

 

Genap 100 Orang

Adik-adik tersayang, cerita kali ini adalah tentang begitu besarnya kasih sayang ALLAH SWT kepada orang-orang yang mau bertobat, — berapapun besarnya dosa yang pernah dilakukan.


Dahulu sekali, pada masa umat sebelum kita, ada seorang lelaki yang telah melakukan dosa sangat besar.

Ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Pada suatu saat, timbullah keinginanya untuk bertobat. Namun, masihkah ALLAH menerima tobat dan memberikan ampunan untuknya?

Kemudian, bertanyalah ia kepada orang-orang di sekelilingnya, “Tahukah kalian di mana orang yang pliang berilmu di muka bumi ini?


Dengan takut-takut, orang-orang itu berpikir sejenak, lalu salah seorang dari mereka menyarankan,

“Pergilah terus ke arah telunjuk jariku. Lalu, bertanyalah di mana rumah seorang rahib terkenal yang sangat tinggi ilmunya.”

Pembunuh itu bergegas pergi. Hatinya dipenuhi harapan untuk penghapusan dosa.

Tiba di rumah rahib, ia langsung menceritakan semua pembunuhannya dan bertanya, “Jika aku bertobat, dapatkah dosaku terampuni?”

Dahi rahib berkerut tak percaya dengan pertanyaan itu. Dengan senyum mengejek, ia berkata ”Tidak! Sekali-kali dosamu tidak akan diampuni ALLAH buat selamanya! Kamu tahu kenapa? Sebab kamu adalah orang paling terkutuk di muka bumi ini!”

Wajah si pembunuh memerah murka. Dalam sekejap mata, dicabutnya pedang dan dibunuhnya sang rahib. Lelaki itu membunuh sang rahib! Kini korban pembunuhannya sudah genap seratus orang.

Dengan wajah murung, ia menemui orang-orang yang ketakutan dan berkata

”Rahib itu bukan orang paling berilmu di dunia ini! Pasti masih ada orang lain! Bisakah kalian tunjukkan orang yang lebih berilmu dari rahib itu?”

Orang-orang lalu menunjukkan rumah seorang ulama.


Setelah pembunuh menanyakan hal yang sama, sang ulama menjawab,

“Tentu saja bisa! Siapakah yang dapat menghalangi seseorang yang ingin bertobat? Tetapi, dengarlah saranku. Tinggalkanlah negerimu sebab itu negeri yang buruk,

Pergilah ke kota yang penduduknya orang-orang shalih. Sembahlah ALLAH bersama mereka!”


Setelah mengucapkan terima kasih, si pembunuh seratus manusia itu pergi menuju ke negeri yang ditunjukkan oleh sang ulama.

Semakin lama, semakin jauh ia meninggalkan negerinya, namun negeri orang-orang shalih yang ditujunya masih jauh.

Baru separuh perjalanan, maut datang menjemput dan ia pun roboh di tengah jalan...

Malaikat Rahmah datang bersama Malaikat Azab. Keduanya bertengkar memperebutkan si pembunuh.


“Orang ini pergi begitu jauh untuk bertobat dan memulai hidup baru bersama orang-orang shalih.

Hatinya dipenuhi harapan akan ampunan ALLAH SWT dan disesaki penyesalan mendalam akan perbuatanya yang telah lampau…” demikian malaikat rahmah berkata.

Namun, Malaikat Azab mendebatnya dengan keras,

“Tetapi kau pun tahu bahwa sejak bertobat, ia belum melakukan kebaikan sama sekali!

Jadi, akulah yang lebih berhak membawa ruhnya untuk disiksa dalam kubur!”


Maka, ALLAH SWT mengutus malaikat yang lain. Malaikat ini turun ke dunia dalam bentuk manusia.

Kemudian, ia menghampiri kedua malaikat yang tengah saling berebut itu. Kedua malaikat menoleh kepadanya dan meminta malaikat ketiga menjadi penengah.


Maka malaikat ketiga pun berkata,

“Ukurlah jarak antara kedua negri itu, negeri tempat orang ini berasal, dan negeri tempat orang-orang shalih yang sedang ditujunya. Ke mana orang ini lebih dekat, ke negeri itulah ia tergolong.”

Maka, mereka bertiga mengukur jarak dari tempat mayat si pembunuh tergeletak ke masing-masing negeri.


Dalam riwayat lain dikatakan bahwa saat itu ALLAH SWT memerintahkan negeri asal si pembunuh untuk menjauh dan menyuruh negri yang hendak dituju untuk mendekat.

Kemudian, ALLAH SWT berfirman, “Ukurlah jarak antara keduanya!”


Maka, para malaikat itu mengukur dan mendapatkan bahwa ternyata jarak ke tempat yang dituju lebih dekat sejengkal dari negri yang ditinggalkan.

Maka, ALLAH SWT pun mengampuninya…

Malaikat Rahmah lalu membawa ruh orang itu pergi ke tempat yang baik di alam kubur…

*Pesan Moral*

> ALLAH selalu merentangkan tangan-Nya bagi orang yang mau bertaubat. <

“Kutemukan Cinta Sejati setelah ku arungi Lautan Benci…
“Kudapatkan Ridho Ilahi setelah sejuta kemaksiatan ku lalui…

Setiap melakukan dosa sebesar apapun, saat itu pula ampunan ALLAH terbuka untuk kita.

Manusia jika berdosa itu wajar, yang ALLAH lihat apakah ia bertaubat setelahnya?

Hanya orang-orang kafir yang berputus asa untuk bertaubat…

ALLAH SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat ALLAH SWT, kecuali kaum yang kafir.”
(Q.S. Yusuf 12:86)

“Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya adzabKu adalah adzab yang sangat pedih.”
(Q.S. Al-Hijr 15:49-50)

“Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Q.S. Az-Zumar 39:53)

-Zaid Abdurrahman

 

Buaya dan Burung Penyanyi

Suatu hari ada seekor buaya dan burung penyanyi. Mereka hidup dihutan dan bersahabat sangat akrab.

Suatu ketika burung penyanyi bernyanyi dihadapan buaya dengan bertengger di hidungnya. Karena sangat asiknya mereka bernyanyi dan mendengarkan suara merdu.

Tak lama kemudian buaya menguap dan membuka mulutnya lebar lebar. Burung penyanyi yang sedang bertengger di hidung buaya terpleset masuk ke dalam mulut buaya.

Lalu buaya heran “kemana burung penyanyi?”. Buaya mencari burung penyanyi di semak semak tetapi tetap tidak ada.

Lalu saat buaya sedang mencari burung penyanyi, senandung merdu keluar dari mulut buaya. kata buaya “indah sekali suaraku ” gumam buaya.

Lalu buaya menguap dan membuka mulut lebar lebar. Hampir saja buaya menutup mata ada seekor burung penyanyi yang sedang bertengger di hidungnya.

Kata burung penyanyi dengan marah ” kau sangat tidak punya hati buaya , kau biarkan aku masuk ke mulutmu. sampai aku bernyanyi, tapi kau tidak tahu aku ada di dalam mulutmu?”. Kata buaya “aku sama sekali tidak tahu kalau kau masuk ke mulutku , jadi suara yang indah itu bukan suaraku….?” .

Burung penyanyi berkata “iya , itu suaraku bukan suaramu , kau kan tidak bisa bernyanyi sepertiku suaramu itu tidak enak didengar”.

Buaya menangis setelah mendengar ucapan burung penyanyi. Lalu burung penyanyi merasa iba karena apa yang dikatakannya menyinggung perasaan buaya .

Lalu burung penyanyi mencari cara untuk menghibur buaya. Burung penyanyi berkata ” tenang buaya , kita akan menyanyi bersama”. Kata buaya” bagaimana caranya aku kan tidak bisa bernyanyi sepertimu?”.Kata burung penyanyi ” mudah saja buatlah gelembung gelembung air lalu aku bernyanyi ” .

Setelah itu buaya memasukkan mulutnya ke dalam air dan membuat gelembung gelembung air sedangkan burung penyanyi bertugas untuk bernyanyi.

Suara itu sangat pas dan sangat enak di dengar . dan buaya melakukan seperti itu setiap hari dan mereka menjadi sahabat yang setia.

Dikirim oleh Izzi Tusi Robi Arraoqi (11 Tahun) (izziarroqi @gmail. com)

Pensil Ajaib

Suatu hari ada anak yang bernama reno.ia hidup miskin ia yatim piatu , ia ingin bercita cita menjadi seorang pelukis terkenal.

Walaupun jika melukis reno hanya menggunakan alat alat sederhana, yaitu batu dan kayu.

Suatu hari ia berkhayal jika ia menjadi pelukis terkenal ia akan memberikan barang barang yang berguna bagi orang orang tidak mampu.

Kemudian muncullah seorang kakek kakek yang berkata “ambillah barang ini , tapi hanya untuk kepentingan orang orang miskin saja”.belum sempat reno menjawab kakek itu menghilang dan hanya meninggalkan barang itu, barang itu berupa sebuah alat lukis dan sebuah kertas.

Keesokan harinya reno mulai menggunakan alat tersebut .ajaibnya saat reno melukis kompor muncullah sebuah kompor asli di hadapannya dan saat itu ia memberikan ke orang orang yang tidak mampu secara bergiliran.

Tentang alat lukis itu sampai terdengar oleh para raja .sampai akhirnya raja memerintahkan reno untuk datang ke istana . reno bertanya ” ada apa tuan raja memanggil hamba kemari?”. Raja menjawab “tolong buatkanku sebuah pohon yang berdaun emas “. Reno menjawab ” tidak “. Lalu raja memeritahkan untuk memenjarakan reno .

Setelah itu, saat di penjara reno terdiam saja . setelah itu ia mempunyai cara untuk membebaskan ia dari penjara, yaitu membuat kunci penjara . akhirnya ia bebas dan ia pulang dari rumah dengan selamat.

Karya anak orisinil karya izzi tusi robi arroqi (izziarroqi @gmail. com)

Anak yang Pemalu

Suatu hari ada anak namanya tomi

Ia sangat pemalu karena ia pernah diejek orang kerena suaranya yang gagap ia gagap mulai umur 6 tahun.

Setelah selesai dari tk  ibu tomi menyekolahkannya di sd. Dia anak baru di kelas 1. Ia duduk di bangku paling belakang ia sebangku dengan temannya yang namanya rendi ia sama sekali tidak bicara padanya.

Ketika pelajaran pertama bu guru mencontohkan untuk memperkenalkan diri.

Setelah selesai mencontohkannya bu guru menunjuk murid yang paling depan untuk memperkenal kan dirinya.

Setelah giliran tomi ia mulai maju ke depan dan memperkenalkan diri dengan rasa malu dan suara yang gagap, “hai, n..nama saya Tomi umur Sa..ya 7 tahun , ru..mah saya di jja…lan melati”. Teman teman yang mendengarnya  tertawa terbahak bahak sampai jam 10 akhirnya semua murid kelas 1 pulang.

Saat pulang Teman tomi merasa kasihan tentang kejadian yang tadi karena tino pasti sangat malu.

Keesokan harinya rendi bicara pada tomi ” apakah kamu malu? , pasti kamu merasa akan tidak mempunyai teman”. Lalu tomi pun menjawab” ya, aku me..rasa akan tidak mmmem…punyai teman”. Kata rendi “apakah kau mau menjadi temanku?” .tomi menjawab”iya,tapi apakah kau se…nang mempu..nyai teman se..pertiku”.rendi berkata” apapun kekuranganmu pasti ada kelebihannya jadi kamu tetap teman baikku”. Percakapan mereka didengar oleh teman teman tomi.dan teman teman tomipun merasa kasihan karena telah menertawai tomi. Lalu teman teman tomi datang dan berkata “tino kita nggak bakal mengejek ataupun tidak berteman dengan kamu kita kan bersahabat”.

Sejak saat itu tino dan teman temannya bersahabat selama lamanya. Sekarang tomi tidak pemalu lagi dan di setiap kekurangan pasti ada kelebihan.

Cerita Anak Orisinil karya izzi tusi robi arroqi (izziarroqi @gmail. com)

Temanku yang Rakus

Pada suatu hari ada seekor kelinci bernama Tasya dan dia mempunyai teman yang baik dan ramah bernama Mini. Pada suatu hari Tasya pergi ke rumah Mini si kura – kura lalu Tasya sudah sampai ke rumah Mini lalu ada ibunya Mini ibunya berkata ” Maaf ya Mini sudah pergi ke sekolah ” lalu Tasya berkata ” tapi bukanya sekolah libur ? ” lalu ibunya Mini heran mana yang benar?

Lalu Tasya kembali ke perjalanan lalu Tasya bertemu dengan seekor kucing bernama Kimi lalu Tasya berkata ” kamu mau ke mana ?” Ia berkata sampai malu lalu Kimi menjawab ” ke sekolah? Emangnya mau apa ?” Lalu Tasya mengambil bekal Kimi Lalu kimi marah lalu setelah itu Tasya mengambil bekal semua hewan lalu pak guru bertemu dengan Tasya lalu Tasya bertanya dengan pak guru ” apakah Mini sudah dirumah ” lalu pak guru menjawab ” sudah ” lalu dengan menanya lagi pak guru ” kenapa tadi tidak sekolah ?!!!!! ” lalu karena pak guru itu seekor singa lalu pak guru mengaum lalu memberi kertas kesalan lalu pak guru pergi lalu setelah itu Tasya pulang memakai kertas kesialan

Lalu Tasya mememui seekor harimau dan berkata ” aku lapar bolehkah ku memakan emgkau ?!!!! ” lalu Tasya menjawab ” tidak ” harimau mendekat Lalu Tasya lari sambil bilang ” tidak . Tidak . Tidak ” diseluruh perjalanan dan harimau mengejarnya lalu karena tertengkap lalu harimau memakanya hingga menjadilah harimau setengah kelinci

Itulah makanya jangan menjadi anak yang rakus ya itulah akibatnya ya ( pasan penting )

dikirim oleh Fani Miharja (fani.miharja @icloud. com)