Genap 100 Orang

Adik-adik tersayang, cerita kali ini adalah tentang begitu besarnya kasih sayang ALLAH SWT kepada orang-orang yang mau bertobat, — berapapun besarnya dosa yang pernah dilakukan.


Dahulu sekali, pada masa umat sebelum kita, ada seorang lelaki yang telah melakukan dosa sangat besar.

Ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Pada suatu saat, timbullah keinginanya untuk bertobat. Namun, masihkah ALLAH menerima tobat dan memberikan ampunan untuknya?

Kemudian, bertanyalah ia kepada orang-orang di sekelilingnya, “Tahukah kalian di mana orang yang pliang berilmu di muka bumi ini?


Dengan takut-takut, orang-orang itu berpikir sejenak, lalu salah seorang dari mereka menyarankan,

“Pergilah terus ke arah telunjuk jariku. Lalu, bertanyalah di mana rumah seorang rahib terkenal yang sangat tinggi ilmunya.”

Pembunuh itu bergegas pergi. Hatinya dipenuhi harapan untuk penghapusan dosa.

Tiba di rumah rahib, ia langsung menceritakan semua pembunuhannya dan bertanya, “Jika aku bertobat, dapatkah dosaku terampuni?”

Dahi rahib berkerut tak percaya dengan pertanyaan itu. Dengan senyum mengejek, ia berkata ”Tidak! Sekali-kali dosamu tidak akan diampuni ALLAH buat selamanya! Kamu tahu kenapa? Sebab kamu adalah orang paling terkutuk di muka bumi ini!”

Wajah si pembunuh memerah murka. Dalam sekejap mata, dicabutnya pedang dan dibunuhnya sang rahib. Lelaki itu membunuh sang rahib! Kini korban pembunuhannya sudah genap seratus orang.

Dengan wajah murung, ia menemui orang-orang yang ketakutan dan berkata

”Rahib itu bukan orang paling berilmu di dunia ini! Pasti masih ada orang lain! Bisakah kalian tunjukkan orang yang lebih berilmu dari rahib itu?”

Orang-orang lalu menunjukkan rumah seorang ulama.


Setelah pembunuh menanyakan hal yang sama, sang ulama menjawab,

“Tentu saja bisa! Siapakah yang dapat menghalangi seseorang yang ingin bertobat? Tetapi, dengarlah saranku. Tinggalkanlah negerimu sebab itu negeri yang buruk,

Pergilah ke kota yang penduduknya orang-orang shalih. Sembahlah ALLAH bersama mereka!”


Setelah mengucapkan terima kasih, si pembunuh seratus manusia itu pergi menuju ke negeri yang ditunjukkan oleh sang ulama.

Semakin lama, semakin jauh ia meninggalkan negerinya, namun negeri orang-orang shalih yang ditujunya masih jauh.

Baru separuh perjalanan, maut datang menjemput dan ia pun roboh di tengah jalan...

Malaikat Rahmah datang bersama Malaikat Azab. Keduanya bertengkar memperebutkan si pembunuh.


“Orang ini pergi begitu jauh untuk bertobat dan memulai hidup baru bersama orang-orang shalih.

Hatinya dipenuhi harapan akan ampunan ALLAH SWT dan disesaki penyesalan mendalam akan perbuatanya yang telah lampau…” demikian malaikat rahmah berkata.

Namun, Malaikat Azab mendebatnya dengan keras,

“Tetapi kau pun tahu bahwa sejak bertobat, ia belum melakukan kebaikan sama sekali!

Jadi, akulah yang lebih berhak membawa ruhnya untuk disiksa dalam kubur!”


Maka, ALLAH SWT mengutus malaikat yang lain. Malaikat ini turun ke dunia dalam bentuk manusia.

Kemudian, ia menghampiri kedua malaikat yang tengah saling berebut itu. Kedua malaikat menoleh kepadanya dan meminta malaikat ketiga menjadi penengah.


Maka malaikat ketiga pun berkata,

“Ukurlah jarak antara kedua negri itu, negeri tempat orang ini berasal, dan negeri tempat orang-orang shalih yang sedang ditujunya. Ke mana orang ini lebih dekat, ke negeri itulah ia tergolong.”

Maka, mereka bertiga mengukur jarak dari tempat mayat si pembunuh tergeletak ke masing-masing negeri.


Dalam riwayat lain dikatakan bahwa saat itu ALLAH SWT memerintahkan negeri asal si pembunuh untuk menjauh dan menyuruh negri yang hendak dituju untuk mendekat.

Kemudian, ALLAH SWT berfirman, “Ukurlah jarak antara keduanya!”


Maka, para malaikat itu mengukur dan mendapatkan bahwa ternyata jarak ke tempat yang dituju lebih dekat sejengkal dari negri yang ditinggalkan.

Maka, ALLAH SWT pun mengampuninya…

Malaikat Rahmah lalu membawa ruh orang itu pergi ke tempat yang baik di alam kubur…

*Pesan Moral*

> ALLAH selalu merentangkan tangan-Nya bagi orang yang mau bertaubat. <

“Kutemukan Cinta Sejati setelah ku arungi Lautan Benci…
“Kudapatkan Ridho Ilahi setelah sejuta kemaksiatan ku lalui…

Setiap melakukan dosa sebesar apapun, saat itu pula ampunan ALLAH terbuka untuk kita.

Manusia jika berdosa itu wajar, yang ALLAH lihat apakah ia bertaubat setelahnya?

Hanya orang-orang kafir yang berputus asa untuk bertaubat…

ALLAH SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat ALLAH SWT, kecuali kaum yang kafir.”
(Q.S. Yusuf 12:86)

“Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya adzabKu adalah adzab yang sangat pedih.”
(Q.S. Al-Hijr 15:49-50)

“Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Q.S. Az-Zumar 39:53)

-Zaid Abdurrahman