Curhatan Penyelamat

Tahukah Adik-adikku yang disayangi ALLAH, bahwa amal shalih yang pernah kita lakukan bisa kita sertakan dalam berdoa memohon pertolongan dari ALLAH SWT? Bisa atau tidak hayooo? Kasih tau gak yaaa? Mau tau jawabannya? Yuks simak kisah yang diceritakan langsung oleh Rasulullah SAW, cekidot!

Ada tiga sahabat berjalan bersama-sama melalui jalan panjang yang harus ditempuh selama berhari-hari.

Suatu ketika, di dalam perjalanan itu, mereka bermalam di sebuah gua. Namun, atas izin ALLAH juga, sebuah batu yang sangat besar jatuh menutupi pintu gua.

Dengan panik, ketiganya mendorong sekuat tenaga, namun sedikit pun batunya tidak bergerak. Mereka terancam terkurung sampai mati kelaparan. Maka, salah seorang berkata, “Kita tidak akan selamat dari sini kecuali memohon pertolongan ALLAH dengan amal shalih yang telah kita lakukan.”

Maka, mulailah salah seorang berdoa, “Ya ALLAH, dulu hamba mempunyai bapak dan ibu yang sudah tua renta. Hamba sangat sayang dan menghormati mereka sehingga senantiasa keduanya hamba dahulukan dibandingkan keluarga dan anak-anak hamba sendiri.

Setiap hari, hamba memberi keduanya susu sebelum memberi minum keluarga dan anak-anak hamba. Pada suatu hari karena pekerjaan hamba mencari kayu, hamba pergi terlampau jauh sehingga tidak bisa pulang cepat secepat biasanya. Ayah dan ibu hamba itu sampai tertidur menunggu kedatangan hamba.

Sampai di rumah, hamba langsung memerah susu untuk mereka, tetapi keduanya masih tertidur pulas. Rasa sayang di hati hamba membuat segan membangunkan mereka, namun hamba juga tidak mau melanggar kebiasaan hamba dengan memberi susu lebih dahulu kepada keluarga dan anak-anak hamba. Maka, hamba memutuskan untuk tetap menunggu kedua orangtua hamba itu terbangun.

“Dengan penuh kasih, hamba tatapi wajah mereka yang tengah tidur pulas dengan tetap memegang kendi berisi susu hingga fajar mulai menerangi cakrawala. Saat itu, anak – anak hamba yang belum makan dari kemarin, merintih kelaparan. Mereka merajuk di kaki hamba, meminta susu yang sudah menjadi jatah mereka setiap hari.

Namun, hamba tetap bergeming sampai akhirnya kedua orangtua hamba bangun dan mereka bisa minum susu yang telah hamba sediakan. Ya ALLAH, jika menurut-Mu hamba melakukan hal itu demi mengharap keridhaan-Mu, maka lepaskanlah kami dari musibah ini.”

Tiba-tiba, batu penyumbat gua bergeser, tapi belum cukup untuk bisa keluar.

Kemudian orang kedua berdoa, “Ya ALLAH, dulu hamba mempunyai saudara sepupu wanita yang cantik. Tak ada orang yang lebih hamba cintai dari dia. Hamba terus membujuknya supaya ia juga menyayangi hamba, tetapi dia menolak.

Hingga datanglah musim kemarau panjang yang susah. Saudara sepupuku itu datang menemui hamba untuk meminta bantuan.

Hamba katakan kepadanya ‘Aku akan memberimu cincin emas seharga seratus dua puluh dinar jika engkau mau mencintaiku.’

“Ia tampak ragu, lalu akhirnya mengangguk walaupun aku tahu itu dilakukanya dengan sangat berat hati. Namun, ketika aku akan menyentuh tanganya, ia berkata, ‘Takutlah kepada ALLAH, wahai sepupuku. Janganlah engkau gunakan cincin ini kecuali sesuai dengan haknya.’

“Mendengar ia berkata begitu, aku terdiam dan kepalaku dipenuhi rasa takut berbuat zhalim. Tanpa berkata-kata, kutinggalkan dia. Sampai kini, hamba tetap mencintainya, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Namun, sejak itu hamba tidak lagi berusaha membujuknya untuk mencintai hamba dan hamba relakan cincin emas milik hamba itu untuknya. Ya ALLAH jika hamba melakukanya karena mengharap ridha-Mu, maka lepaskanlah kami dari musibah ini.”

Seketika, batu itu bergeser lagi, tetapi masih belum cukup untuk bisa keluar.

Maka, orang ketigalah yang kini berdoa.

“Ya ALLAH, hamba dulu sering menyewa pekerja dan senantiasa memberikan mereka upah yang baik, kecuali seorang dari mereka tiba-tiba pergi begitu saja dan hamba tidak tahu ke mana perginya. Hamba memutuskan menggunakan upah yang belum diambilnya untuk membeli ternak yang terus berbiak menjadi banyak.

Suatu ketika, si pekerja kembali lagi dan berkata padaku, ‘Wahai hamba ALLAH, berikan kepadaku upah kerjaku.’ Hamba menunjukkan semua ternak itu dan berkata kepadanya, ‘Semua unta, sapi, kambing, dan para pekerjanya ini adalah upah kerjamu.’

Orang itu berkata heran, ‘Wahai hamba ALLAH, janganlah bergurau kepadaku.’ Hamba menjawab, ‘aku tidak bergurau.’ Maka orang itu mengambil semuanya tanpa menyisakan sedikitpun. Ya ALLAH, jika hamba melakukan semua itu karena mengharap ridha-Mu, lepakasnlah kami dari musibah ini.”

Maka, batu yang menyumbat gua pun terbuka dan mereka keluar dengan selamat.

TAMAT

*Pesan Moral:

Bersegeralah berbuat kebaikan tanpa ragu, karena sekecil apapun kebaikan itu bisa jadi penyelamat bagi kita di kemudian hari.